Minggu, 14 September 2008

EPILEPSI

Pengertian

Epilepsi merupakan gangguan kronik otak dengan ciri timbulnya gejala – gejala yang datang dalam serangan – serangan, berulang – ulang yang disebabkan lepasnya muatan listrik abnormal sel – sel saraf otak, yang bersifat refersibel dengan berbagai etiologi.Sebelumnya epilepsy tidak dianggap sebagai suatu penyakit , akan tetapi disebabkan oleh sesuatu kutukan oleh roh jahat atau setan yang menimpa seseorang.

Etiologi

Istilah epilepsi dan serangan kejang sering digunakan secara bergantian. Serangan kejang merupakan akibat dari pelepasan elektrik yang tidak terkontroldan sifatnya mendadak, perubahan kesadaran yang berlangsung singkat, dan terjadi fenomena motorik atau sensorik.Penyebab utama dari serangan kejang dibagi 6 kategori yaitu

· Obat – obatan : keracunan, alcohol, overdosis, obat – obatan kejang.

· Imbalan kimia : hyperkalemia, hipoglikemia dan acidosis.

· Demam / fever : sering dialami oleh anak – anak.

· Patologi serebral : lesi kepala, trauma, infeksi, peningkatan tekanan intra cranial.

· Eklamsia : hipertensi prenatal / toxemia kehamilan.

· Idiopatik : penyebab tidak diketahui.

Patofisiologi

Secara umum epilepsy terjadi karena menurunnya potensial membrane sel syaraf akibat proses patologik dalam otak, gaya mekanik atau toksik yang selanjutnya menyebabkan terlepasnya muatan listrik dari sel syaraf tersebut.

Peranan asetilkolin sebagai zat yang merendahkan potensial membrane postsinaptik dalam hal terlepasnya muatan listrik yang sewaktu – waktu juga menyebabkan manifestasi klinisnya jaga sewaktu – waktu.

Pemeriksaan Penunjang

Elektroensefalografi ( EEG ) merupakan pemeriksaan penunjang yang informative yang dapat memastikan diagnostik epilepsi bila ditemukan pola EEg yang bersifat khas epileptic baik terekam saat serangan maupun diluar serangan.

Penatalaksanaan

Tujuan pengobatannya adalah mencegah timbulnya sawan tanpa mengganggu kapasitas fisik dan intelek pasien. Pengobatannya meliputi pengobatan psikososial dan medikamentosa.

Pengobatan Psikososial

Pasien diberikan penerangan bahwa dengan pengobatan yang optimal sebagian besar akan terbebas dari sawan. Pasien harus patuh dalam menjalani pengobatannya sehingga dapat bebas dari sawan dan dapat belajar, bekerja, dan bermasyarakat secara normal.

Pengobatan Medicamentosa

Dalam memberikan obat harus disesuaikan dengan jenis sawannya dan pengobatan dihentikan setelah sawan hilang selama minimal 2 – 3 tahun. Pengobatan dihentikan secara berangsur – angsur dengan menurunkan dosisnya.jenis obatnya yaitu CBZ = karbamazin, CLON = klonazepam, VAL = asam valproat, PHT = fenitoin, PB = fenobarbital.

Obat jika pasien mengalami jenis sawan sederhana; CBZ,PHT, PB, kompleks ; CBZ, VAL, PHT, PB, tonik – klonik umum sekarang; CBZ, VAL, PHT, PB, umum; CBZ,VAL, PHT, PB, tonik – klonik; CBZ,VAL, PHT, PB, mioklonik; CLON, VAL, absens / petitmal ; CLON,VAL.

Tidak ada komentar: